Semangkuk Sup Kemerdekaan

Hari ini bangsa kita merayakan tepat 65 tahun kemerdekaannya. Sebuah hari bersejarah dimana 65 tahun yang lalu, para pahlawan kita telah menyiapkan sesuatu yang bisa kita nikmati hari ini sebagai generasi penerus, yaitu sebuah kebebasan, hidup tanpa tekanan para penjajah, hidup mandiri dan berkemenangan. Hari ini kita patut bersyukur atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat ini, dimana kita bisa hidup tenang (bahkan mungkin, karena kemerdekaan ini kita bisa hidup santai sambil browsing di tengah malam :-) ) dan nyaman tanpa perlu lagi terlibat adanya peperangan.

Kalau anda perhatikan, ada sedikit pergeseran dalam budaya Indonesia akhir-akhir ini dimana hal ini juga turut dipengaruhi oleh adaptasi teknologi yang semakin kental penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Perayaan hari kemerdekaan tidak lagi identik dengan pemasangan bendera merah putih, upacara bendera, lomba 17 Agustusan atau hal-hal semacam itu. Ada satu tambahan lagi yang merupakan adaptasi dari masuknya teknologi internet yang semakin gencar membawa perubahan pada wajah Indonesia 1 tahun ini. Apa itu ?

Perayaan juga merambah dunia online, dimana ucapan merayakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ini juga disalurkan lewat Facebook, BlackBerry Messenger dan berbagai macam situs pribadi seperti misalnya Ganyos.com ini. Hal ini menunjukkan bahwa bangsa kita sudah mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan informasi dan diperkirakan akan semakin berkembang setiap tahunnya.

Makna Kemerdekaan

Lantas apa sih sebenarnya makna kemerdekaan itu sendiri bagi kita ? Bagi saya sendiri, kemerdekaan itu berarti kebebasan, hidup mengembangkan diri tanpa adanya tekanan dan batasan dari pihak lain, disamping arti harafiah lain yang telah kita pelajari selama ini dari pelajaran sekolah.

Ironisnya, kondisi Indonesia akhir-akhir ini walaupun sudah merdeka tampak seperti kita masih terbelenggu oleh sesuatu yang memang sampai saat ini masih kita usahakan untuk perbaikan dimana-mana. Walaupun masih banyak pengangguran, kemiskinan dan kelaparan di beberapa tempat, namun Pemerintah Indonesia sendiri sudah melakukan upaya terbaiknya untuk membuat bangsa ini hidup lebih berkemenangan lagi agar setiap tahunnya hari peringatan kemerdekaan RI ini terasa sangat spesial.

Marilah kita, khususnya generasi muda menjadi generasi muda yang mendukung dan memberikan support penuh untuk bangsa ini. Bisa dengan banyak hal, salah satunya dengan terus menjaga yang namanya persatuan Indonesia. Hilangkan rasisme dan perbedaan suku agama. Marilah kita bersatu membangun Indonesia yang jaya dan disegani oleh negara-negara di dunia. Selamat merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Redenominasi dan Efeknya

Beberapa hari terakhir ini kata redenominasi sering kita dengar baik melalui pemberitaan di internet, radio maupun media massa seperti koran / majalah. Apa itu redenominasi sebenarnya ? Secara singkat redenominasi berarti penyederhanaan nilai mata uang tanpa mengurangi nilai dari uang itu sendiri. Jadi nilai mata uang 1.000.000 akan dipotong 3 angka 0 menjadi hanya 1.000 tetapi harga dari barang senilai 1.000.000 juga akan turun menjadi 1.000. Artinya jika redenominasi jadi dilakukan, membeli BlackBerry Gemini seharga 2.500.000 (harga kisaran pada saat artikel ini ditulis) akan menjadi hanya 2.500.

Redenominasi berbeda dengan sanering yang memotong nilai uang namun tidak diikuti dengan pemotongan nilai barang. Sanering ditujukan hanya pada nilai mata uang tidak pada nilai barang itu sendiri sehingga bisa menimbulkan krisis bagi orang-orang tertentu sedangkan redenominasi tidaklah demikian. Karena itu, praktek redenominasi yang rencana akan segera dilakukan ini seratus persen AMAN.

Lalu, apa sih efek dari Redenominasi itu sendiri ? Sebenarnya tidak ada efek besar yang terjadi mengikuti proses redenominasi ini namun memang ada beberapa efek kecil yang timbul.

  1. Hilangnya beban psikologis dalam membawa uang, karena nantinya tidak perlu membawa uang dalam jumlah besar. Contoh ingin membeli ponsel Nokia terbaru seharga sekarang 2 juta, cukup membawa pecahan uang 2 ribu (walaupun nilai dari 2 ribu di masa redenominasi sama dengan nilai 2 juta di masa kini). Setidaknya beban psikologis membawa jumlah uang yang lebih sedikit akan lebih ringan ketimbang harus membawa uang cash sebesar 2 juta.
  2. Efisiensi dalam mesin hitung beberapa toko, mengingat jumlah angka yang semakin sedikit sedikit banyak mempengaruhi besar biaya produksi. Sebagian juga menjadi solusi jalan keluar bagi toko-toko yang tidak memiliki mesin hitung dengan angka nominal yang besar.
  3. Sedikit kebingungan dan rasa aneh pada masyarakat mungkin, mengingat biasanya uang 3.000 rupiah hanya bisa membeli bakso semangkuk, namun nantinya akan bisa digunakan untuk membeli sebuah smartphone canggih keluaran terbaru. :D

Apapun itu, yang pasti efek dari redenominasi sendiri tidak buruk bagi keuangan kita, hanya akan sedikit memberikan efek psikologis pada orang-orang.

Larangan BlackBerry di Indonesia

Sempat beredar isu (entah akan menjadi kebenaran atau tidak) bahwa pengguna BlackBerry di Indonesia akan dibatasi dalam penggunaan fitur social chatting dan messaging. Itu artinya (jika isu ini benar-benar menjadi kenyataan) pengguna BlackBerry di Indonesia akan siap-siap gigit jari karena SmartPhone mereka hanya akan menjadi sebuah alat komunikasi biasa yang tidak lagi bisa membuat mereka menjadi orang I‘autis’ lagi. Karena seperti kita ketahui bahwa salah satu fitur hebat yang membuat BlackBerry banyak dicari orang adalah kemampuan social chatting dan messaging nya. Tanpa itu, BlackBerry jelas akan kembali dikalahkan oleh dominasi smart phone kawakan, Nokia.

Mari kita berharap semoga larangan pembatasan fitur BlackBerry di Indonesia ini hanya sekedar menjadi wacana saja dan tidak menjadi kenyataan. Salah satu alasan yang muncul kenapa perlu diadakannya pembatasan layanan / larangan penggunaan BlackBerry konon katanya adalah karena sifat transfer data di BlackBerry yang tertutup rapat dan tidak bisa dilacak sehingga dikhawatirkan disalah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk tindak kejahatan.

Dan bagi para pengguna BlackBerry, marilah kita gunakan handset kesayangan kita ini dengan tujuan yang baik (benar-benar untuk komunikasi) dan jangan pernah menggunakan BlackBerry untuk menyebarkan informasi-informasi tidak penting, apalagi informasi yang menyesatkan mengingat begitu mudahnya informasi tersebar melalui komunitas sesama pengguna BlackBerry.

Kesan Pertama Apple Ipad

Sehabis kunjungan liburan ke Makassar, pulang membawa oleh-oleh tambahan pengetahuan mengenai Apple Ipad, salah satu gadget fenomenal yang diperkirakan akan menjadi gadget paling dicari orang tahun ini. Seperti apa kesan pertama begitu melihat Ipad ini ?

Yang pasti, kesan pertama setelah melihat langsung Apple Ipad adalah gadget ini sangat ringan. Jadi teringat pada masa-masa awal notebook yang bobotnya bisa membuat bahu tiap orang menjadi lelah karena memanggulnya. Hal ini tidak terjadi melalui kesan Apple Ipad. Bahkan walaupun satu tangan anda menenteng 2 buah Apple Ipad sekaligus, gadget ini masih terasa nyaman di genggaman.

Kesan kedua adalah bahwa gadget ini benar-benar membuat kita tampak seperti seorang eksekutif dan professional sejati. Bentuknya yang elegan, cantik dan terlihat eksklusif (baca : mahal) membuat penampilan kita dengan menentengnya menjadi lebih glamour. Tak salah bila banyak eksekutif muda menyandingkan Apple Ipad dengan stelan jas kantor yang formal, karena gadget satu ini benar-benar dapat meningkatkan kualitas penampilan fisik kita secara langsung.

Kesan ketiga dari segi kemampuan gadget itu sendiri. Berhubung produk yang saya pegang ini masih baru dibawa pulang dari Benua Kangguru (masih perawan), belum diisi program apapun dan belum diimprovisasi apa-apa maka saya tidak berkesempatan banyak menjajal kemampuan sang gadget fenomenal dari Apple ini. Sepintas mungkin saya dapat menyimpulkan bahwa ini adalah versi besar suksesornya, Apple Iphone tanpa kemampuan untuk telepon disamping tentunya kemampuan untuk Internet melalui kartu GSM karena adanya slot kartu chip. Kenapa tidak memiliki fungsi telepon ? Bisa bayangkan bagaimana anda menerima panggilan telepon melalui gadget super besar ini bukan, jadi mengingatkan kita akan pengalaman telepon unik dari handset legendaris Nokia terdahulu, Nokia N Gage.

Menjaga Konsistensi

Mudah untuk memulai, tetapi sulit untuk mempertahankan sehingga gagal mengakhiri dengan baik sesuai keinginan. Terdengar familiar situasi diatas dengan kondisi kita sekalian ? Suatu keadaan yang sering berulang terus-menerus dalam hampir semua aspek hidup, entah itu pekerjaan, aktivitas kuliah, aktivitas gereja, kehidupan pernikahan, pacaran, bahkan aktivitas blogging sekalipun. Yah, memang manusia itu adalah makhluk yang berapi-api pada awalnya, namun kerap kali gagal menjaga api tersebut tetap menyala. Satu hal yang mungkin banyak orang lupa adalah yang terpenting bukan seberapa hebat kita memulai, tetapi bagaimana menjaga konsistensi dalam setiap hal yang kita lakukan. Penting eskali untuk menjaga konsistensi, sebab tanpa adanya konsistensi, api / semangat sebesar apapun akan padam juga.

Teman dan pengaruh lingkungan sedikit banyak juga mempengaruhi seberapa lama konsistensi anda dalam melakukan suatu hal. Oleh karena iut, pilihlah lingkungan yang sesuai dengan apa yang ingin anda seriusi untuk kerjakan. Dan aspek terbesar bagaimana menjaga agar konsistensi itu tetap ada adalah melalui diri kita sendiri. Bagaimana dari diri kita sendiri menjaga / melatih konsistensi ? Bisa dengan banyak hal, membaca buku salah satunya (dan yang paling sering dilakukan banyak orang termasuk saya). Milikilah koleksi buku yang dapat membangun semangat dan spirit anda serta tetap mempertahankannya pada track yang benar. Dan ingat, konsistensi untuk terus membaca dan belajar, sebab kalau tidak demikian, buku sehebat apapun juga tidak akan memberi efek yang baik.

eXTReMe Tracker