Do The Best You Can

Tadi siang saya lunch di salah satu warung Fried Rice enak di Jl. Kembang Jepun yang lebih sering saya sebut Nasi Goreng Eka Praya. Kenapa disebut seperti itu, karena letaknya yang dekat dengan Rumah Persemayaman tersebut. Nasi Goreng Jawa yang menurut saya sih cukup enak dengan harga yang terjangkau kantong juga.
Saya datang dan langsung memesan menu favorit saya, Nasi Goreng. Tak selang berapa lama, setelah selesai memasakkan menu sebelumnya, Mie Goreng, sang bapak penjual pun memasakkan nasi goreng untuk saya.

Sambil memasak, bapak penjual tersebut melap meja tempat makan. Menurut saya pribadi sih meja tersebut belum bisa disebut kotor dan masih belum perlu untuk dibersihkan, karena memang tidak ada kotoran ataupun bekas nasi-nasi tercecer. Namun apa yang dilakukan oleh bapak penjual ini memberi satu inspirasi pada saya bahwa dalam melakukan pekerjaan, lakukan yang terbaik yang kita bisa. Mungkin perkara sepele, membersihkan meja yang tidak kotor. Mengapa tidak dibersihkan setelah penuh kotoran saja ??
Tetapi bisa kita bayangkan, setiap pengunjung yang datang unuk makan pasti akan merasa sangat nyaman bila tempat mereka makan bersih dan selalu dibersihkan seperti itu. Mengapa harus tunggu kotorannya banyak, jika bisa dibersihkan sekarang ??

Dari kejadian diatas, kita bisa belajar 3 hal :

  1. Dalam melakukan apapun, lakukan yang terbaik yang kita bisa. Kalau kita bisa melakukannya sampai 100 %, mengapa kita hanya menyelesaikan 90% saja ??
  2. Dalam melakukan apapun, lakukan dengan sempurna. Bapak tersebut membersihkan meja sampai bersih padahal kotoran yang ada masih sangat sedikit. Hanya sekedar melap saja, pasti sudah bersih. Tetapi tidak, dia membersihkan dengan sungguh-sungguh sampai bersih.
    Pernahkah kita berpikir bahwa dalam dunia marketing misalnya (karena saya bekerja sebagai seorang marketing), bahwa mungkin sapaan ramah kita terhadap customer bisa sangat mempengaruhi kondisi hatinya.
    Perhatian kita ke customer dan sikap kita yang mendahulukan kepentingan customer pasti akan membuat seorang customer menjadi nyaman meskipun mungkin apa yang kita jual tidak valuable.
  3. Dalam melakukan apapun, jangan menunda. Jika bisa dikerjakan sekarang, mengapa harus tunggu nanti ??
    Jika kita bisa sukses sekarang, apa mau kalau kesuksesan kita itu ditunda dulu ?? Hehe,, tentu tidak bukan..

Demikianlah pelajaran berharga yang bisa kita petik dari kejadian sederhana, ketika menunggu nasi goreng matang. Ini adalah bagian dari terusan cerita tentang bagaimana kita bisa menjadi orang seperti golongan kedua yang ada pada artikel 2 pertanyaan. Masih banyak artikel lain yang akan dibuat, so tetap stay tune..

Artikel Lainnya...

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

eXTReMe Tracker