Tren bisnis di tahun ini akan semakin semarak dengan banyaknya bermunculan bisnis baru. Salah satu ladang bisnis baru yang sedang banyak digarap para professional dan pebisnis adalah bisnis menjual mimpi. Apa yang dimaksud bisnis menjual mimpi ? Dan mengapa bisnis ini bisa dikategorikan sebagai bisnis baru ?
Bisnis menjual mimpi dikategorikan sebagai bisnis baru karena memang bisnis seperti ini baru booming akhir-akhir ini.
Apa itu bisnis menjual mimpi ?
Sebelumnya, kita perlu samakan mindset kita bahwa setiap orang pasti mempunyai mimpi, anda dapat membacanya di artikel mimpiku. Oke, sekarang kita sepakat bahwa semua orang memiliki mimpi, dan tentunya mimpi yang positif. Salah satunya adalah menjadi kaya, punya keluarga bahagia, dan seterusnya. Ini bukan merupakan hal baru lho, karena semua orang pasti punya mimpi.
Nah, lalu apakah bisnis baru, menjual mimpi tersebut ?
Itu adalah sebuah bisnis di mana pendapatan utamanya berasal dari keinginan seseorang dalam meraih mimpi. Agak membingungkan ? Bagaimana mungkin seseorang yang ingin meraih mimpi bisa menghasilkan pendapatan untuk orang lain ?
Dalam bahasa mudahnya, ini adalah bisnis yang menjawab keinginan seseorang yang bermimpi menjadi kaya dengan hasil yang belum pasti.
Apa saja yang termasuk bisnis baru, menjual mimpi ini ?
Untuk dunia online, kita mengenal yang namanya ebook-ebook bisnis berisi bagaimana mendapatkan penghasilan ribuan dollar.
Kenapa disebut hanya menjual mimpi ?
Karena sekalipun kita melakukan apa yang tertulis dalam buku, tetap saja peluang kita untuk mendapatkan hasil seperti yang ditulis di buku tidak lebih dari 10%.
Yang ada, kita hanya menjadi salah satu sumber penghasilan dari si penulis ebook.
Untuk dunia offline, kita mengenal yang namanya preview seminar. Seminar tentang membeli properti tanpa uang, seminar kaya dari internet dan lain-lain.
Sama seperti case diatas, sekalipun kita sudah membayar mahal untuk mengikuti main seminarnya, tetap peluang berhasil tidak sampai 20%.
Lalu apakah bisnis seperti ini disebut penipuan ?
Tidak, yang saya sebutkan diatas adalah kecilnya presentase berhasilnya. Bukan berarti tidak ada yang berhasil setelah menjadi customer konsumtif dari bisnis baru, menjual mimpi tersebut. Ada juga yang menerapkannya dan berhasil.
Apa yang diajarkan dan dijual 100% masuk akal dan bukan penipuan. Hanya seringkali janji-janji hasil yang didapat terlalu dilambungkan tinggi.
Lalu bagaimana cara kita menyikapi banyaknya bisnis baru seperti itu di sekitar kita.
Intinya cuma 1, berpikirlah bijak, tekun dan bekerja keras. Maka, kita pun pasti sukses.
Barangkali ada teman-teman yang punya informasi lain, bisnis baru apa yang sedang trend akhir-akhir ini di Indonesia.
Bisnis Baru
February 18th, 2010
Ganyos 
Posted in 